DPP ALFI

Member
Password
   
Tentang ALFI
Sejarah
Visi dan Misi
Kode Etik
Lambang & Attribut
Struktur Organisasi
Program Kerja
Jadwal Rapat

Keanggotaan
Syarat Keanggotaan
Daftar Anggota
Pendaftaran Anggota

Khusus Anggota
Watch List Customer
Laporan Pengurus
Kesepakatan Harga
Iuran Anggota
Perpanjangan Izin
Naiknya Harga Minyak Dunia Belum Pengaruhi Bisnis Cargo

Denpasar, Bali Post - 26 Oktober 2007

Trend naiknya harga minyak dunia yang kini sudah menyentuh level 90 dolar AS per barel, belum mempengaruhi kinerja bisnis pengiriman barang lewat udara. Dihubungi terpisah, baik Ketua Gabungan Pengusaha Kargo dan Forwarding Indonesia (Gafeksi) Bali John Sujayana dan Ketua IATA Cargo Agent Club (ICAC) Bali Panudiana Kuhn, Kamis (25/10) kemarin mengatakan sejauh ini tarif pengiriman barang masih belum ada penyesuaian.

Menurut John, saat ini pihak penerbangan belum mengeluarkan kebijakan penyesuaian tarif pengiriman. Namun melihat trend harga minyak dunia yang terus naik, dia memperkirakan hanya soal waktu bagi penerbangan untuk menaikkan biaya pengiriman. “Saat ini belum ada kenaikan biaya pengiriman barang lewat udara yang diterapkan perusahaan penerbangan. Kalau ada kenaikan tarif, tentunya akan berpengaruh terhadap bisnis kargo di Bali,” sebutnya.

Tidak hanya pengusaha kargo yang akan terkena imbas, John mengatakan bila kenaikan tarif dibrlakukan, pelaku usaha di Bali juga merasakan dampaknya. Pasalnya, kegiatan pengiriman barang merupakan kegiatan vital karena sebagian besar produksi Bali diperuntukkan bagi pasar luar begeri. Selain itu, dia mengetengahkan penyesuaian tarif akan berimbas pula pada daya saing produk Bali di luar negeri, terutama jika dipasarkan di Eropa dan Amerika.

Selama ini, lanjut John, daya saing produk Bali di Eropa dan Amerika sudah cukup rendah mengingat letak kedua pasar yang jauh. Adanya kenaikan tarif pengiriman tentu saja akan mempengaruhi harga jual produk. “Semakin jauh letak negara yang akan menerima produk Bali, semakin mahal biaya pengiriman yang akan dikeluarkan. Akibatnya produk Bali menjadi jauh lebih tidak kompetitif lagi,” ujar John.

Ditambahkan Kuhn, kenaikan biaya pengiriman dari maskapai penerbangan otomatis akan menyebabkan para pengusaha kargo akan menaikkan harga kirim. Kondisi ini tidak terelakkan mengingat pengusaha kargo pun mesti memperoleh margin yang memadai agar tetap eksis. Hanya, di tengah persaingan di bidang kargo yang begitu kompetitif, penyesuaian tarif pun tidak bisa kelewat tinggi. “Kalau kinerja usaha kargonya bagus, kenaikan biaya kirim tidak akan begitu terasa dampaknya. Namun yang usahanya sedang lesu, bisa jadi akan menyebabkan kebangkrutan,” kata Kuhn.



  baca berita lainnya


Copyright © 2006 ALFI Bali, Sekretariat Jl. Seruni No. 29 Lt. II Denpasar Bali
Phone: 0361 235338 - Fax: 0361 235338